Maros, harapanrakyat.info — Desakan publik terhadap Bupati Maros untuk segera memindahkan Kepala Sekolah SDN 70 Manjalling kini menguat bak bunyi lonceng darurat di tengah iklim pendidikan yang mulai panas.
Guru, staf sekolah, hingga orang tua murid kompak menilai kepemimpinan kepala sekolah saat ini sudah tidak lagi kondusif dan mengancam kenyamanan proses belajar.
Aroma keresahan itu bukan muncul tiba-tiba. Selama berbulan-bulan, sumber internal sekolah mengaku harus bekerja di bawah tekanan.
Kepala sekolah diduga bersikap arogan, tidak menerima kritik, dan kerap mengeluarkan kata-kata bernada kasar kepada guru, staf, bahkan wali murid.
“Lingkungan sekolah itu tempat anak-anak tumbuh, bukan arena adu ego. Kalau pemimpinnya terlalu keras dan tidak mau mendengar, yang jadi korban ya guru dan murid,” ungkap seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Desakan makin membesar setelah lebih dari 20 pihak—terdiri atas guru, staf, tokoh masyarakat, hingga wali murid—menandatangani surat keberatan resmi.
Mereka menyatakan suasana sekolah kini berada di titik kritis dan tidak lagi layak dibiarkan tanpa intervensi pemerintah daerah.
Munir, salah seorang orang tua murid, ikut bersuara. Ia mengaku pernah disinggung kepala sekolah di depan tenaga pendidik hanya karena tidak menghadiri rapat persiapan ujian.
“Saya waktu itu ada acara keluarga, tapi kepala sekolah tetap menyinggung saya. Rasanya tidak pantas,” katanya, Kamis (11/12).
Keluhan serupa datang dari pihak guru.
Beberapa mengaku hampir semua tenaga pendidik di sekolah pernah menerima makian atau teguran bernada kasar.
Kondisi ini memicu ketegangan berkepanjangan yang akhirnya mengganggu stabilitas pembelajaran.
Situasi tersebut membuat masyarakat sekitar mendesak Bupati Maros untuk turun tangan tegas.
Pemindahan kepala sekolah dinilai sebagai langkah paling realistis untuk memulihkan suasana kerja dan mengembalikan kepercayaan orang tua terhadap sekolah.
“Ini bukan lagi masalah personal. Ini sudah menyangkut kualitas pendidikan dasar di Maros. Kalau kepemimpinan tidak sehat, ya harus ada tindakan,” kata salah satu tokoh pendidikan lokal.
Laporan lengkap mengenai dugaan arogansi kepsek itu telah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Bupati Maros, hingga Komisi III DPRD Maros.
Publik kini menunggu bagaimana keberpihakan pemerintah terhadap suasana pendidikan yang lebih humanis, bermartabat, dan bebas intimidasi.
Jika pemerintah daerah bergerak cepat, energi negatif di SDN 70 Manjalling bisa padam.
Jika dibiarkan, bara kecil ini bisa menjalar menjadi api besar—dan seperti biasa, murid serta guru yang menanggung luka pertama. ***
TIM JAMC MAROS


