Pasangkayu – Pimpinan dan anggota DPRD Pasangkayu menggelar audiensi bersama insan media di Ruang Komisi I DPRD Pasangkayu, Senin (18/2/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan peran pers sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan serta mendorong transparansi pemerintahan daerah.
Rapat dipimpin Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu, Muh. Dasri, dan dihadiri anggota DPRD lainnya, yakni Arham Bustaman, Lubis, Ersad, dan Adi Nurcahyo. Sejumlah insan media lokal turut hadir untuk menyampaikan pandangan serta masukan terkait hubungan kemitraan antara pers dan lembaga legislatif.
Dalam forum tersebut, Arham Bustaman menekankan pentingnya keterlibatan media sebagai pilar pembangunan daerah. Legislator dari daerah pemilihan Bambarasa itu menyatakan bahwa insan pers harus memahami berbagai persoalan daerah serta menjalankan fungsi kontrol sosial guna mendorong kemajuan Pasangkayu.
Menurut Arham, media perlu mengawal proyek-proyek pembangunan yang bermasalah agar menjadi perhatian publik dan pemerintah. Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengesampingkan peran media.
“Bukan alasan efisiensi anggaran lalu media dikucilkan. Media adalah pilar pembangunan daerah,” ujarnya.
Arham juga menyoroti persoalan layanan rumah sakit dan kesejahteraan masyarakat yang meskipun telah dianggarkan, masih menyisakan berbagai kendala. Ia menilai peran pengawasan media sangat penting dalam memastikan kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Senada dengan itu, Wakil Ketua II DPRD Muh. Dasri menyebut media sebagai “CCTV pemerintah” yang berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan.
“Media harus berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan,” tegasnya.
Dasri mengingatkan agar media tetap menjalankan peran kontrol sosial secara independen, meskipun mendapatkan dukungan anggaran. Menurutnya, fungsi DPRD dan media memiliki kesamaan sebagai pengawas sekaligus pengingat pemerintah.
Anggota DPRD Lubis menambahkan, media harus tetap menyampaikan kebenaran kepada publik meskipun terasa pahit. Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika profesi serta menghindari pemberitaan yang tidak berimbang.
Sementara itu, Ersad mendorong media untuk menjalankan fungsi peringatan (warning system) terhadap kebijakan pemerintah yang keliru, sekaligus memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan yang berhasil.
DPRD Rencanakan Pembentukan Media Center
Dalam kesimpulan audiensi, DPRD Pasangkayu menyatakan akan mendorong dukungan anggaran bagi media serta mengagendakan rapat lanjutan bersama pihak terkait. Selain itu, DPRD juga merencanakan pembentukan media center di Sekretariat DPRD sebagai sarana mempererat komunikasi dan sinergi dalam mengawal pembangunan daerah.
Perwakilan insan media yang hadir, Darmawan, mengapresiasi diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat fungsi kontrol sosial media di Pasangkayu.
“Semoga dengan pertemuan ini, fungsi sosial kontrol media semakin ditingkatkan,” ujarnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang sehat dan profesional antara DPRD dan insan pers, demi terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.


